KOMUNITAS WETAR PEDULI

Bersatu Membangun Negeri

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Kontarli Tanam Pohon

Kontarli – Aktivitas penanaman stek pohon kudo.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada tanggal 14 Juni 2019, Komunitas Wetar Peduli (Kontarli) melaksanakan program Gerakan Hijaukan Wetar (Gerah Wetar). Program ini dilakukan dengan cara penanaman pohon kedondong hutan (kudo) di sekitar badan jalan Lurang-Ilwaky yang terancam longsor.

Diketahui bahwa Pemerintah–dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional tahun 2019– telah mengusung tema “Beat Air Pollution/ Kendalikan Pencemaran Udara”. Tema ini tentu saja relevan dengan Program Kontarli yang telah dilangsungkan di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara.

Kontarli melakukan Gerah Wetar kali ini dengan dua tujuan, yakni pencegahan longsor yang mengancam badan jalan nasional Lurang-Ilwaki, dan peningkatan serta pengendalian kualitas udara masa mendatang di sekitar desa Lurang.

Patut diakui bahwa masyarakat sangat terbantukan dengan adanya jalan nasional yang menghubungkan Desa Lurang di bagian utara Wetar dan Desa Ilwaki di bagian selatan Wetar. Jalan ini adalah satu-satunya sarana yang menghubungkan bagian Utara dan Selatan pulau yang berjulukan Pulau Emas, Nusa Laung. Jalan ini pulalah yang menjadi andalan masyarakat yang ingin melihat danau kebanggaan orang Wetar, Tihu. Demikian pula Air Panas, tebing dan lembah yang berpotensi menjadi destinasi wisata alam yang terletak hanya beberapa meter dari badan jalan. Disayangkan, timbunan tanah di sekitar badan jalan mulai terkikis air hujan sehingga jalan ini mulai terancam rusak. Selain pengikisan, jalan ini sering pula ditutupi material longsor jika tiba musim penghujan.

Kontarli – Aktivitas pengangkatan stek pohon

 

 

Lurang sebagai salah satu Desa Lingkar Tambang di Wetar memiki untung-rugi dari suatu proses pertambangan. Tentu bukan rahasia lagi suatu proses pertambangan punya sisi positif dan negatif. Semua ini pastinya sudah tersaji dalam ANDAL-AMDAL.

Diketahui bahwa perusahaan pertambangan yang sedang beroperasi di Wetar menggunakan sistem Heap Leach (penirisan) untuk mengikat dan memisahkan unsur mineral tembaga dari senyawa lainnya. Dari berbagai referensi yang kami pelajari, sistem ini memang baik karena pengolahan dapat dilakukan secara berkelanjutan (sustainable), dan memang tidak ada cara lain yang lebih baik daripada sistem ini. Karena itu, bagi Kontarli, dampak dari sistem yang digunakan adalah kontaminasi senyawa kimia secara langsung dengan udara bebas. Tidak ada cara lain untuk melakukan tindakan pengendalian selain dengan cara penanaman pohon, apapun jenisnya, juga pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang susah terurai. Hal ini bukan hanya diperlakukan secara khusus untuk daerah lingkar tambang melainkan juga kepedulian untuk pemeliharaan lingkungan tempat kita berada. Karena itulah, semua orang harus sadar untuk menjaga kualitas lingkungan bagi generasi hari ini dan masa depan dengan cara sederhana, misalnya sebagaimana yang dilakukan Kontarli.

Lalu bagaimana dengan pelaksanaan program ini pada musim kemarau? Pohon kudo memiliki daya hidup yang bertahan lama terhadap panas. Ia hanya membutuhkan sedikit air. Untuk hal ini bukan masalah bagi Kontarli. Kita telah dan sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar diatasi bersama. Penyiraman secara berkala adalah solusinya.

Gerah Wetar tidak hanya dilakukan saat ini. Gerah Wetar adalah program Kontarli secara berkelanjutan. Karenanya, dalam waktu dekat ini, kami berencana untuk menaikan proposal kepada Pemerintah Daerah agar bisa membantu kami dari sisi pengadaan bibit. Harapan kami, ada kebermanfaatan secara ekonomis bagi masyarakat dari program ini. (FFM)

Silakan ikuti kami melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jika informasi ini bermanfaat, silakan dibagikan

Chat dengan kami?