KOMUNITAS WETAR PEDULI

Bersatu Membangun Negeri

Pembentukan Kontarli

Komunitas Wetar Peduli atau disingkat Kontarli bukanlah komunitas istimewa. Komunitas ini diisi oleh orang-orang biasa. Banyak yang bertanya, siapa mereka dan apa maksud dan tujuan mereka berkomunitas? Kami merasa perlu untuk menjelaskan secara umum dalam tulisan  ini.

Berawal dari Komunikasi Whatsapp

Kontarli dibentuk melalui percakapan dalam sebuah group Whatsapp. Group whatsapp (WA) dimaksud dibuat tanggal 20 Agustus 2018. Awalnya group WA ini diberi nama Kamolang Wetar. Atas beberapa usulan anggota, group ini diganti dengan nama WETAR BERSAUDARA.

Bagi kebanyakan orang, konsep penamaan mungkin biasa saja. Apalah arti sebuah nama; begitulah adegiumnya. Bagi kami, nama adalah pemarkah. Dalam berbagai literatur terutama yang berkaitan dengan bahasa dan budaya, konsep penamaan ini sangat penting. Bahkan dalam beberapa budaya, pemberian suatu nama dilakukan melalui ritual adat. Apakah pemberian nama group juga harus demikian dilakukan ritual adat? Tentu saja tidak, tetapi memang nama harus memotivasi diri atau setiap orang yang ada dalam suatu kelompok. Pada akhirnya, nama itu punya tujuan atau setidaknya bertujuan.

Pemberian nama group Kamolang Wetar bukan tanpa alasan. Sebagian orang memahami bahwa Kamolang adalah sebutan bagi sosok penghuni hutan Wetar yang mematikan. Sekilas, Kamolang membunuh seseorang dengan cara menghancurkan seluruh tulang dan memberikan nafas buatan bagi korbannya untuk bertahan beberapa hari.

Bagi kami, Kamolang atau Kamola, hanyalah metode perang. Kamolang bukan manusia hutan melainkan manusia biasa yang tahu metode perang itu. Seiring perubahan masa dan tidak lagi ada perang lokal, metode ini kemudian tidak lagi populer. Di beberapa daerah di Indonesia,  ada juga yang dikenal dengan sebutan suanggi. Jika dibandingkan, kamolang itu sama seperti suanggi. Bedanya ada pada metode melakukan aksi jahatnya. Suanggi menggunakan “ilmu angin”, sementara kamolang mendatangi lawan secara fisik atau menemui langsung targetnya.

Zaman telah berubah, metode kamolang tidak lagi dipakai untuk berburu manusia. Metode itu dipakai berburu hewan liar. Seseorang yang mempelajari, mengetahui dan terlanjur menggunakan ilmu kamolang, sejauh ini tidak memiliki usia yang bertahan lama.

Nama Kamolang menjadi label bagi orang Wetar. Tahun 1990-an, siapapun orang Wetar yang merantau ke luar disapa dengan nama kamolang, kendati ia memiliki nama sebagus apa pun. Label tadi menjadi streotipe. Jika ada yang menyebut Kamolang dipastikan yang disebut itu adalah orang Wetar yang udik (kampungan dan ketinggalan zaman). Jadi, Kamolang bukan lagi setan atau penghuni hutan Wetar (menurut pandangan orang luar); tetapi kamolang itu simbol ketertinggalan orang Wetar secara keseluruhan. Lalu, apakah nama/label yang diberikan orang luar (Wetar) itu bisa dilepas? Anggapan itu balik lagi kepada mereka sebagai pemberi label, bisa ya, bisa juga tidak. Sebagai pribumi Wetar, kami berharap nama atau label itu dilepas, sayangnya itu  pemberian dari orang lain sehingga sebutan kamolang dari mereka tetap melekat.

Pada akhirnya ada alasan bahwa “Kamolang Penghambat Pembangunan di Wetar”. Ini alasan yang mengada-ada. Kalau seperti ini terus, maka Kamolang adalah sumber malapetaka.

Sekarang, Kamolang menjadi identitas orang Wetar. Maka kami tetap menggunakan identitas untuk menggauli pertemanan, bukan menakut-nakuti pertemanan. Ketika orang lain sudah ramah dengan kata kamolang, perasaan takut sudah tidak ada. Mindset orang hanya merujuk ke identitas: Kamolang=Orang Wetar.
(*Kami akan membahas secara jelimet tentang kamolang pada kesempatan lain).

Group WA ini beranggotakan anak-anak muda dari berbagai daerah. Anak-anak muda ini tinggal di Desa Lurang, Wetar Utara. Sebagian anggota adalah anak muda asal Wetar yang sedang meniti pendidikan di rantauan, juga orang-orang yang pernah tinggal di Wetar atau sekedar peduli terhadap Wetar. Kami kemudian menggantikan nama group Kamolang Wetar menjadi WETAR BERSAUDARA. Harapan kami, walaupun berbeda secara asal-muasal, semua anggota group dapat memiliki perasaan yang sama sebagai saudara dalam kehidupan sosial.

Pembentukan Komunitas

Dari percakapan-percakapan yang muncul di group WA, hadir sebuah foto sebagai potret yang menggambarkan kemiskinan di Wetar. Kami mendapat gambaran bahwa terjadi kesenjangan yang luar biasa di Wetar. Sebelumnya, ada seorang anggota yang memosting foto pembangunan gereja baru yang sudah hampir selesai. Tampilan itu sangatlah kontras dengan foto gereja di Desa Kahilin, Kecamatan Wetar Timur. Begitulah komentar singkat salah satu anggota group.

Percakapan yang memperlihatkan proses pembangunan gereja di Desa Uhak
Percakapan di group whatsapp Wetar Bersaudara

Dua gambar dalam percakapan itu memperlihatkan perbedaan antara langit dan bumi. Anggota group kemudian bersepakat untuk melakukan aksi bantuan sosial.

Guna melakukan aksi dimaksud, disadari penting harus dikoordinir. Pada tanggal 23 Agustus 2018, dibentuklah perkumpulan kecil yang namanya Komunitas Wetar Peduli atau disingkat Kontarli.

Makna dan Filosofi Nama Kontarli

Kami tetap berpandangan bahwa nama harus bisa menginspirasi. Oleh karenanya, kami memilih nama Komunitas Wetar Peduli yang disingkat Kontarli. Terkadang, sering terjadi kesalahan penyebutan dari orang-orang di luar komunitas. Misalnya dengan merancaukan komunitas wetar peduli dan komunitas peduli wetar.

Mengapa bukan komunitas peduli wetar atau yang lainnya? Kami memilih komunitas Wetar dengan pengertian orang-orang yang ada di Wetar dan penambahan kata peduli sebagai energi yang menggerakan komunitas ini. Jika kami menamai komunitas peduli wetar, misalnya, maka pengertiannya adalah perkumpulan orang yang ada di luar Wetar yang menaruh perhatiannya kepada Pulau Wetar. Demikian kami menggunakan Komunitas Wetar dengan pengertian orang Wetar atau orang-orang yang berada di Wetar yang menaruh perhatian (sesuai dengan tujuan komunitas) baik terhadap Wetar maupun sekitarnya. Jadi, konsep peduli Wetar artinya pandangan dari luar ke dalam wetar, sementara wetar peduli berlaku sebaliknya, pandangan dari Wetar ke luar.

Bagaimana dengan penyingkatannya? KOmuNitas weTAR peduLI (Kontarli). Kontarli memiliki tiga suku kata penting yang diharapkan mampu menginspirasi anggotanya. Kon adalah alomorf atau variasi morfem dari morfem {ko-} yang artinya ‘bersama-sama’. Misalnya, {koedukasi} yang berarti ‘Sistem pendidikan yang memberikan pelajaran kepada anak laki-laki dan perempuan secara bersama-sama di dalam satu ruangan. Tar sebagai bentuk lain dari morfem {tir} yang berarti ‘benteng, bidak catur’. Lidalam pandangan filsafat Cina sebagai ‘hukum’ yang berarti keadilan dan ‘keteraturan’ yang berarti keharmonisan. Dengan demikian makna Kontarli menyugestikan semangat yang didasarkan pada gotong royong menjadi benteng pergerakan pembangunan yang berkeadilan demi mencapai kesejahteraan bersama.

Pemberitahuan Aktivitas ke Pemerintah Terdekat

Sebagian orang berpandangan bahwa setiap perkumpulan harus memiliki legalitas hukum. Ya, itu benar jika tujuannya adalah menghadirkan entitas hukum. Konstitusi kita telah menjamin kemerdekaan berserikat sehingga komunitas ini cukup disampaikan aktivitasnya ke pemerintah terdekat.

Selain pemberitahuan ke pemerintah kecamatan, Pengurus Kontarli juga sudah melaporkan kehadirannya kepada Pemerintah Desa Lurang. Walau belum berbadan hukum, tujuan dan kegiatan komunitas ini tidak bertentangan dengan Pancasila dan peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia.

Semoga tulisan ini dapat menggambarkan sedikit informasi mengenai kehadiran Kontarli. (FFM)

Incoming search terms:

Silakan ikuti kami melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jika informasi ini bermanfaat, silakan dibagikan

Chat dengan kami?